Showing posts with label estetika. Show all posts
Showing posts with label estetika. Show all posts

Thursday, June 10, 2010

Hubungan Keindahan dengan Seni

Keindahan selalu berhubungan dengan seni tetapi seni tidak selalu hanya menampilkan tentang keindahan walaupun dalam prosesnya ada tahap-tahap yang bisa disebut sebuah keindahan. Seorang seniman kadang tidak bisa menyampaikan hasil karya yang indah tetapi dalam pembuatan karya seni selalu ada pesan yang ingin dia sampaikan dan dalam proses pembuatan karya seninya mungkin dia sudah melewati pengalaman keindahan. Sebagai contoh dia membuat karya seni dengan pesan “betapa sedihnya perpisahan karena kematian”. Di sini kita sepakat bahwa perpisahan karena kematian bukanlah sesuatu yang indah, tetapi dengan tehnik dan kemampuan pengelolaan pengalaman hidupnya maka dia bisa membuat atau menyampaikan pesan itu menjadi sesuatu yang indah karena dia mampu mengelola pengalaman yang sudah dia lalui. Jadi intinya dalam seni harus ada suatu keindahan meskipun tidak semua keindahan bisa dikatakan seni.

1. Tanpa mengesampingkan teori seni yang lain karena menurut penulis teori-teori seni saling melengkapai tetapi teori seni yang paling memuaskan adalah “teori pengungkapan”.

Benedetto Groce dengan teorinya yang mengatakan bahwa Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan. Ekspresi sama dengan intuisi, dan intuisi menghasilkan imaji-imaji dari realitas. Karena mengungkapan sama dengan memiliki imaji, maka intuisi menjadi suatu unitas yang tanpa membedakan antara persepsi dari realitas dan persepsi dari image.

Dari teori ini pertama sudah menjelaskan bahwa sebelum terjadi proses penciptaan karya seni maka harus didahului dulu dengan adanya tahap pengalaman keindahan. Tanpa tahap ini tidak akan ada kesan-kesan yang nanti dalam proses selanjutnya harus diungkapkan dengan baik. Proses pengungkapan ini terkadang mengesampingkan pengtahuan konseptual tetapi cenderung dipengaruhi pengetahuan imajinasi/intuitif. Sehingga dengan kata seni lebih besar dipengaruhi oleh kejiwaan manusia.

Teori kedua dari Leo Tolstoy yang mengatakan seni adalah kegiatan manusia yang sadar dengan perantara dengan perantara tanda-tanda lahiriah tertentu mengungkakan perasaan-perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain agar terjangkit perasaan-perasaaan itu dan juga mengalaminya.

Di sini jelas diungkapkan bahwa kegiatan manusia harus dilakukan secara sadar karena tidak mungkin seseorang yang tidak mampu menguasai dengan baik kesadarannya bisa mengelola pengalaman keindahannya menjadi suatu ungkapan seni. Dengan kesadaran yang baik pula seseorang bisa menemukan/memutuskan tanda-tanda seperti apa yang harus dipakai untuk mengungkapakan pengalaman yang telah dihayatinya agar orang lain bisa mendapatkan pengalaman keindahan yang sama ketika menikmati tanda-tanda tersebut.
Dari kedua filsuf ini yang semua teorinya mengacu pada pengungkapan sudah bisa memenuhi kaidah-kaidah yang ada dalam seni meskipun perlu digaris bawahi bahwa tidak semua hasil pengungkapan adalah seni. Selain itu teori ini bisa mengakomodir kaidah-kaidah seni dibandingkan dengan teori yang lain, bahkan teori ini bisa mencakup juga perspektif bahwa seni adalah mimesis (Plato).

Mengapa orang menciptakan karya seni ?

Apa yang ingin ‘diperjuangkan’ oleh seniman.

Ada 2 sudut pandang tentang mengapa orang menciptakan karya seni. Yang pertama penciptaan karya seni ini adalah suatu usaha seniman untuk memenuhi kebutuhan manusia akan keindahan dalam hidupnya. Keindahan yang dapat dinimati secara visual dengan indera penglihatannya dan keindahan yang dapat dinikmati dengan indera pendengarannya. Pemenuhan kebutuhan akan keindahan ini harus dibuat karena terkadang keindahan yang tercipta secara alami tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia ataupun tidak bisa setiap saat dinikmati oleh manusia. Untuk itu diperlukan suatu hasil karya seni agar dapat dinikmati ataupun dapat memenuhi kebutuhan manusia akan keindahan ini. Penjelasan ini secara tidak langsung menyampaikan bahwa seni adalah sebagai alat untuk untuk pemenuhan suatu kebutuhan manusia.

Sedangkan penjelasan di bawah lebih cenderung mengartikan bahwa seni adalah untuk seni. Seni tidak bisa dipengaruhi oleh factor eksternal seniman. Penciptaan karya seni adalah sebagai media untuk menyalurkan ekspresinya akan pengalaman hidupnya. Pengalaman hidup yang sudah dapat dikelola dengan baik oleh seorang seniman bisa direpresentasikan dalam sebuah karya seni.

Yang ingin diperjuangkan seniman dalam penciptaan karya seni juga lebih cenderung kepada perspektif yang kedua dari jawaban di atas. Yaitu bahwa seniman perlu mewujudkan pengalaman keindahan yang telah dialaminya dan juga pengalaman keindahan yang sudah mampu dia kelola dengan baik sehingga bisa dikeluarkan dan diwujudkan dalam suatu hasil karya seni. Pengungkapan pengalaman ini bukan hanya pengungkapaan tentang keindahan tetapi juga tentang kebenaran yang telah diyakininya. Kebenaran yang harus diungkapkan kepada orang lain ataupun pengungkapan ini hanyalah kebutuhan dia pribadi sebagai individu tanpa memperdulikan opini public.